ARTI AGAMA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Category : Berita Islam
ARTI AGAMA DALAM KEHIDUPAN MANUSIAby widya don.ARTI AGAMA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA Pengertian Agama Kata agama berasal dari ejaan "A" dan "Gama", yakni dari bahasa Sansekerta, yang maknanya  A berarti tidak dan Gama berarti kacau. Berarti manusia atau orang yang mendasarkan pedoman hidupnya dengan atau kepada agama dapat berpengaruh pada kehidupan yang teratur dan tenteram, tidak kacau. Agama Agama dalam bahasa Arab dikenal dengan al-Din yang secara […]

 Pengertian Agama

Kata agama berasal dari ejaan "A" dan "Gama", yakni dari bahasa Sansekerta, yang maknanya  A berarti tidak dan Gama berarti kacau. Berarti manusia atau orang yang mendasarkan pedoman hidupnya dengan atau kepada agama dapat berpengaruh pada kehidupan yang teratur dan tenteram, tidak kacau. Agama Agama dalam bahasa Arab dikenal dengan al-Din yang secara harfiah berarti peraturanundang-undang, pedoman, adat-istiadat  atau hukum, yaitu kumpulan hukum atau peraturan yang harus dipatuhi oleh manusia. Al-Din (agama) juga berarti hari pembalasan (Q.S. Al Fatihah, 1 : 4), dan nasehat (الدين النصيحة), al-hadis. Adapun definisi al-Din menurut Agama Wahyu adalah kumpulan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Allah untuk manusia melalui Rasul-rasul-Nya untuk menunjukkan manusia ke jalan yang lurus dan benar. Menurut Asyahrastani, agama adalah suatu peraturan Tuhan yang mendorong jiwa seseorang yang mempunyai akal untuk memegang peraturan Tuhan itu dengan kehendak sendiri untuk mencapai kebaikan hidup di dunia dan kebahagiaan kelak di akhirat. Islam Sebelum lebih lanjut membahas apa itu agama Islam, terlebih dahulu akan disampaikan makna Islam. Kata Islam mempunyai makna yang bervariasi, di antaranya adalah; a. selamat, sejahtera (Q.S. Al Maidah, 5 : 16), b. tunduk, patuh, menyerah, pasrah (Q.S. Al An’am, 6 : 71),  c. jenjang atau tangga (Q.S. Al-Thur, 52 : 38),  d. damai atau tenteram, 50 : 34). Agama Islam adalah peraturan-peraturan Allah SWT., yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada segenap umat manusia untuk mengatur hidup dan kehidupannya, baik hidup di dunia maupun di akhirat agar memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan. Agama Islam juga bermakna peraturan yang mengatur hidup dan kehidupan manusia dalam hubungannya kepada Allah SWT, hubungannya degan sesama manusia dan dalam hubungannya dengan alam, agar tidak mengalami kekacauan dan hambatan. Agama Islam  itu suatu agama wahyu (Revealed Religion) yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW (570-632 M) di Semenanjung Arabia pada awal abad ke-7 Masehi, di dalam masa 23 tahun (610-632 M). Islam itu bermakna penyerahan diri. Yaitu penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Esa di dalam tata kehidupan. Hal itulah yang dimaksudkan oleh firman Allah dalam Q.S. Al-Zariyat, 51:56 : "Dan Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku." Nama bagi agama itu diambil dari firman Allah di dalam Q.S. Al Maidah, 5: 3 yang berbunyi : "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah aku cukupkan untukmu nikmat-Ku, dan Aku rela Islam itu agama bagimu." Oleh karena setiap agama wahyu itu, sejak dari masa nabi Adam sampai pada masa nabi Isa bersifat penyerahan diri kepada Allah yang Maha Esa, maka oleh karena itulah semuanya dinyatakan : Agama Islam. Tujuan Dinul Islam (Agama Islam) Agama Islam sebagai pedoman hidup dan kehidupan bagi tiap Muslim, mempunyai beberapa tujuan, diantaranya :
  1. Agar setiap Muslim taat kepada Allah SWT dan Rasul serta peraturan yang berlaku dalam kehidupan, agar selamat dunia akhirat (Q.S. Al Maidah, 5 : 16)
  2. Beriman kepada Allah dan beraqidah secara benar, menghidari kemusyrikan, khurafat dan tahayul, selalu ikhtiar, tunduk patuh agar memperoleh hidayah-Nya (Q.S. Al An’am, 6 : 71).
  3. Bertaqwa, beribadah sesuai syari’at, dan sesuai kemampuan (Q.S. Al Thur, 52 : 38)
  4. Berakhlak mulia, beramal shaleh, bergaul dan berhubungan dengan sesame manusia, makhluk (alam) untuk memperoleh kedamaian dan ketentraman (Al Hajj : 78).
  5. Sejarah Agama
Nenek moyang pertama manusia adalah Nabi Adam a.s. Setelah ia mempunyai anak cucu yang banyak, kemudian Allah Swt menugaskannya menjadi Nabi atau Rasul yang pertama bagi anak cucunya. Nabi Adam mengajarkan ketauhidan yang murni kepada mereka dan mereka taat mengamalkannya. Setelah Nabi Adam a.s. wafat, banyak nabi setelahnya yang ditugaskan untuk memimpin dan menuntun umat serta membuka hatinya, sehingga menjadi taat dan patuh suka rela untuk dipimpin dan diatur. Akan tetapi setiap kali nabinya wafat, tidak ada lagi yang menjadi panutan dan  yang menuntun mereka, maka kehidupan mereka menjadi kacau balau. Demikian sejarah manusia dari zaman ke zaman, suatu masa kehidupan manusia teratur, damai dan tenang, di mana mereka mendapat bimbingan dan penerangan dari nabi. Kemudian pada suatu masa terjadi kekacauan, karena kekosongan mereka ditinggal oleh pemimpin dan penuntun mereka. Oleh karena itulah Allah mengutus kekasih-kekasih-Nya para nabi dan rasul secara bergantian untuk memberi petunjuk kepada mereka. Berbicara mengenai sejarah agama, para ahli perbandingan agama mengelompokkannya menjadi dua aliran:
  1. Aliran Revelationisme,
  2. Aliran Evolusionisme.
  3. Fungsi Agama
Sebagaimana telah disinggung di atas, secara umum agama mempunyai fungsi untuk mengatur hidup dan kehidupan manusia agar memperoleh kesehteraan hidupnya di dunia dan memperoleh kebahagiaan hidup di akhirat. Dengan agama manusia akan mengetahui jalan-jalan yang yang harus ditempuh, baik dalam hubungannya dengan Allah SWT. sebagai Tuhannya, sesame manusia, maupun dengan alamnya, agar tidak mengalami kekacauan dan hambatan. Islam sebagai agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, berfungsi sebagai korektor dan penyempurna terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para Ahli Kitab yang menyembunyikan dan mengganti firman-firman Allah baik yang ada di dalam Taurat maupun Injil (Q.S.Al Baqarah, 2:87) dan diturunkan Al Qur'an agar mereka beriman kepada Allah dan beriman kepada Al Qur'an.
  1. Kedudukan Dan Peranan Agama
Begitu penting kedudukan agama dalam kehidupan manusia, sehingga Allah SWT menurunkan agama ke muka bumi ini bagi manusia sebagai petunjuk agar tidak tersesat dan celaka. Agama juga merupakan nasehat ( al-din al-nashihah) bagi pemeluknya. Peranan agama dalam kehidupan manusia sangatlah banyak, dan dapat dilihat dari berbagai aspek; yaitu aspek religious, aspek antropologis, aspek sosiologis, aspek psikologis, dan aspek moral atau etika.
  • Aspek Religious; bahwa agama menyadarkan manusia akan siapa penciptanya. Untuk mengenal penciptanya, maka faktor keimanan merupakan faktor yang paling menentukan. Sedangkan iman merupakan dasar dari suatu agama. Sebab dalam kenyataannya, hanya menggunakan akal saja manusia tidak dapat menemukan tuhannya. Sebagaimana Ibrahim telah gagal menemukan tuhan dengan akalnya (Q.S. Al An'am,6: 74-83). Setelah agama menunjukkan Tuhan manusia yang sebenarnya, maka agama menunjukkan cara mengadakan hubungan dengan-Nya, yang kemudian disebut dengan
  • Aspek Antropologis; agama memberitahukan kepada manusia tentang siapa dirinya, dari mana asalnya, dan akan ke mana. Dari petunjuk agama itu manusia menjadi tahu, bahwa dirinya diciptakan oleh tuhan, berfungsi sebagai khalifah, dan pada akhirnya akan menghadap ke hadirat-Nya untuk mempertanggung jawabkan amal perbuatannya di dunia dan akan mendapatkan balasan yang sesuai di akhirat nanti.
  • Aspek Sosiologis; agama berusaha mengubah berbagai bentuk kegelapan, kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan;  “Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (Q.S. Ibrahim : 1)
  Agama menghendaki perubahan/pembangunan; “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia” (Q.S. Ar Ro'du, 13:11)   Agama menghubungkan masalah ritual/ibadah dengan masalah sosial. Shalat dikaitkan dengan zakat. Dalam sabda Rasulullah SAW menyatakan, bahwa ibadah yang tidak disertai amal shalih maka ibadahnya tidak diterima, dan kekurangan dalam ibadah (khusus) dapat ditebus (dikafarati) dengan amal shalih, serta amal sosial tidak dapat diganti dengan amal ibadah.
  • Aspek Psikologis, agama dapat menenangkan, menentramkan dan membahagiakan kehidupan/jiwa seseorang, agama dapat menangkal berbagai penyakit kejiwaan, seperti; cemas, gelisah, putus asa, konflik jiwa dan lain sebagainya.
  • Aspek Moral atau Etis, agama menunjukkan tata nilai dan norma yang baik dan buruk, mendorong manusia berperilaku baik (akhlaq mahmudah). Dengan demikian agama membina hidup ini secara harmonis.
 

Author: 

Related Posts ARTI AGAMA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA